Minggu, 03 Januari 2010

sejarah

Aksi Teror PKI

1. PERISTIWA TIGA DAERAH

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,kelompok komunis bawah tanah
mulai memasuki organisasi masssa dan pemuda seperti Angkatan Pemuda Indonesia
(API) dan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI). Dengan menggunakan organisasi massa,orang-orang komunis memimpin aksi pergantian pejabat pemerintah di tiga kabupaten Karesidenan Pekalongan yang meliputi Brebes,Tegal dan Pemalang.Pada tanggal 8 Oktober 1945 AMRI Slawi dibawah pimpinan Sakirman dana AMRI Talang yang dipimpin Kutil melakukan teror dengan menangkapi dan membunuh pejabat pemerintah.Pada tanggal 4 Nopember 1945 pasukan AMRI melancarkan penyerbuan ke kota Tegal,yaitu kantor Kabupaten dan markas TKR,tetapi gagal.Kemudian tokoh-tokoh komunis membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk perebutan kekuasaan di Karesidenan Pekalongan.

2. PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN (14 FEBRUARI 1946)

PKI dibawah pimpinan Mr. Yoesoef dan Mr. Soeprapto mendatangkan 3000 anggota Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ke Cirebon dalam rangka melaksanakan Konfrensi Laskar Merah.Pada tanggal 12 Februari 1946 ternyata Laskar Merah tersebut melucuti TRI,menguasai kota dan gedung-gedung vital seperti stasiun Radio dan Pelabuhan.Pada tanggal 14 Februari 1946 TRI melancarkan serangan untuk merebut dan menguasai kembali kota Cirebon.

3. PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN (18 SEPTEMBER 1948)

Pada saat pemerintah dan Angkatan Perang memusatkan perhatian untuk menghadapi belanda,PKI melakukan pengkhianatan yang didahului dengan kampanye menyerang politik pemerintah,aksi teror,mengadu domba kekuatan bersenjata dan sabotase dibidang ekonomi.Dini hari pada tanggal 18 September 1948 PKI mengadakan pemberontakan di Madiun.Sejumlah tokoh militer,pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat dibunuh.Di gedung Karesidenan Madiun PKI mengumumkannya berdirinya “ Soviet Republik Indonesia” dan pembentukan Pemerintah Front Nasional.

4. Pembebasan Gorang-Gareng

Penculikan yang dilakukan oleh PKI terhadap lawan politiknya dilakukan juga di daerah Gorang-Gareng (Kota kecil sebelah utara kota Madiun).Di tempat ini terdapat pabrik gula Rejosari yang menjadi markas pasukan PKI. Di pabrik gula ini PKI mengumpulkan sejumlah tawanan.Pada tanggal 28 September 1948 Batalyon Sambas berhasil membebaskan Gorang-Gareng dan menyelamatkan tawanan yang belum sempat di bunuh.Di Gorang-Gareng ditemukan puluhan orang yang dibunuh PKI.

2
5. MUSO TERTEMBAK MATI

TNI berhasil menguasai beberapa daerah pertahanan PKI,sehingga PKI dan pasukannya melarikan diri dan berusaha menguasai Ponorogo.Setelah gagal menguasai pimpinan PKI terpecah menjadi beberapa rombongan.Muso yang menyamar bersama pengawalnya tiba di desa Semanding,kecamatan Sumoroto,Ponorogo.Di tempat ini pasukan TNI memerintahkan supaya ia menyerah,Muso menolak dan melawan sehingga terjadi tembak menembak.Dalam peristiwa ini ie tertembak mati.

6. PERISTIWA TANJUNG MORAWA (16 MARET 1953)

Pada tahun 1953 Pemerintah RI Karesidenan Sumatra Timur merencanakan untuk mencetak sawah percontohan bekas perkebunan tembakau di desa perdamaian,Tanjung Morawa.Akan tetapi rencana itu ditentang oleh penggarap liar yang sudah menempati areal tersebut.Pada tanggal 16 Maret 1953 pemerintah terpaksa mentraktor areal tersebut dengan dikawal oleh sepasukan polisi.Ketika itulah massa tani yang didalangi oleh Barisan Tani Indonesia (BTI) ormas PKI,melakukan tindak brutal.

7. KAMPANYE BUDAYA PKI (25 MARET 1963)

Salah satu usaha yang dilaksanakan oleh Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) bersama semua lembaga yang ada dibawahnya adalah memasukkan komunisme ke dalam seni dan sastra,mempolitikkan budayawan dan mendeskreditkan lawan.Pada tanggal 22 sampai 25 Maret 1963 diselenggarakan Konfrensi Nasional I Lembaga Sastra Indonesia di Medan.Konfrensi tersebut tidak hanya membahas masalah budaya dan sastra yang harus bernafaskan komunisme,tetapi juga membahas masalah politik yakni menuntut menuntut agar segera dibentuk Kabinet Gotong Royong yang memungkinkan duduk tokoh-tokoh PKI didalamnya.

8. PERISTIWA BANDAR BETSI(14 MEI 1965)

Untuk menggagalkan rencana pemerintah di bidang landeform,PKI dan organisasinya massanya melancarkan aksi sepihak yakni menguasai secara tidak sah tanah negara dibeberapa tempat.Salah satu diantaranya di Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX Bandar Betsi,Pematangan Siantar.Pada tanggal 14 Mei 1965,kurang lebih 200 anggota Barisan Tani Indonesia (BTI).Pemuda Rakyat (PR) dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) menanami secara liar tanah perkebunan karet tersebut.Pelda Sudjono yang dikaryakan di perkebunan itu sedang bertugas mengeluarkan traktor yang terperosok,memperingatkan massa agar menghentikan penanaman liar itu.Akan tetapi peringatan itu tidak di hiraukan bahkan pelda Sudjono dikeroyok dan dianiaya,sehingga tewas pada waktu itu juga.


9. PERISTIWA KENTUNGAN YOGYAKARTA (21 OKTOBER 1965)

Pada tanggal 1 Oktober 1965 di Yogyakarta,G.30.S.PKI berhasil menguasai RRI,markas Korem 072 dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi.Pada sore harinya mereka menculik Komandan Korem 072,Kolonel Katamso dan Kepala Staf Korem Letnan Kolonel Sugiyono dan membawanya ke daerah Kentungan.Kedua perwira tersebut di pukul dengan kunci mortir dan tubuhnya dimasukkan ke dalam sebuah lubang yang sudah disiapkan.Kedua jenazah baru ditemukan pada tanggal 21 Oktober 1965 dalam keadaan rusak,setelah dilakukan pencarian secara intensif.

10. RAPAT UMUM FRONT PANCASILA(9 NOPEMBER 1965)

Akibat Pemberontakan G.30.S.PKI menimbulkan reaksi dikalangan masyarakat.Berbagai golongan masyarakat yang tergabung dalam komando aksi Pengganyangan Kontra Revolusi,pada tanggal 23 Oktober 1965,di adakan Rapat Raksasa di lapangan Banteng Jakarta.diman Front Pancasila mengajukan sebuah resolusi yang menuntut pembubaran PKI dan semua organisasi massanya serta mengadili tokoh-tokoh PKI.

11. PENANGKAPAN D.N.AIDIT

Setelah G.30.S.PKI mengalami kegagalan di Jakarta,pada tanggal 1 Oktober 1965 tengah malam,Ketua CC.PKI D.N.Aidit melarikan diri ke Jawa Tengah yang merupakan basis utama PKI.Tempat persembunyian Aidit berpindah-pindah dan terakhir di sebuah rumah di kampung Sambeng Gede,Surakarta.Berkat operasi intelejen,tempat persembuntian D.N.Aidit dapat diketahui ABRI.IA langsung ditangkap dan dibawa ke Loji Gandrung Surakarta pada tanggal 22 Nopember 1965.

12. SIDANG MAHMILUB (14 FEBRUARI 1965)

Untuk menumpas G.30.S.PKI,pemerintah melancarkan operasi militer dan operasi yustisi.Sebagai realisasi operasi yustisi.Pemerintah mengaktifkan kembali lembaga Mahkamah Militer Luar Biasa (MAHMILUB).Sidang pertama Mahmillub berlangsung pada tanggal 14 Februari 1966 di Jakarta,terhadap Nyono bin Sastro Rejo anggota Politbiro CC PKI.Ia di jatuhi hukuman mati karena terbukti sebagai perencana dan penggerak G.30.S.PKI.


13. D.N.AIDIT DIADILI (25 FEBRUARI 1955)

D.N.Aidit Telah mengeluarkan Statemen Polit Biro CC PKI yang berjudul “Peringati Peristiwa Madiun secara Intern” pada tanggal 13 September 1953.Dalam statemen tersebut Pki secara terang-terangan dan sengaja menghina Pemerintah RI dengan menyatakan bahwa pemberontakan PKI tahun 1948 bukan dilakukan oleh PKI tetapi akibat Provokasi Pemerintah Hatta.Untuk mempertanggungjawabkan statemen tersebut Sekertaris Jenderal Polit Biri CC Pki D.N.Aidit dihadapkan ke pengadilan Negeri Jakarta.Sidang dimulai tanggal 25 Nopember 1954 dan berakhir tanggal
25 Februari 1955 dengan keputusan D.N.Aidit bersalah.


Persiapan Pemberontakan PKI

1. RAPAT PERSIAPAN PEMBERONTAKAN

Pada bulan September 1965 Ketua CC PKI D.N.Aidit memerintahkan Syam Kamaruzaman pimpinan Biro khusus untuk menyusun suatu rencana pemberontakan.Syam mengadakan rapat sebanyak 16 kali dengan Pono dan Waluyo anggota Pimpinan Biro khusus Pusat.Kepala Biro Khusus Daerah dan oknum-oknum ABRI yang sudah dibina PKI.Kesimpulan rapat tersebut gerakan ini harus dibantu dari Jawa Tengah dan Timur.Dalam rapat dengan oknum ABRI dibahas masalah pelaksanaan yang meliputi personil,logistik,pembagian tugas,pembagian sektor dan sasaran gerakan serta konsep “Dewan Revolusi”.Rapat terakhir memutuskan gerakan diberi nama “Gerakan 30 September”.Hari H dan Jam J adalah 1 Oktober 1965 dini hari.Sasaran pertama menculik para pejabat teras TNI- AD.

2. LATIHAN SUKARELAWAN DI LUBANG BUAYA (5 JULI – 30
SEPTEMBER 1965)

Untuk persiapan melancarkan pemberontakan,PKI mengadakan latihan kemiliteran bagi para anggotanya.Dalih yang dipakai adalah melatih para sukarelawan dalam rangka konfrontasi terhadap malaysia.PKI menuntut agar pemerintah mempersenjatai buruh dan tani.Anggota-anggota yang dilatih berjumlah 3700 orang terdiri atas anggota-anggota pemuda rakyat (PR),Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) dan organisasi massa Pki lainnya di Lubang Buaya.Selain di Lubang buaya,latihan juga diadakan di Rawa Binong, 2 Km dari Lubang Buaya.Latihan ini dipimpin oleh Oknum ABRI yang sudah dibina PKI.


Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966

Pada taggal 11 Maret 1966 Kabinet Dwikora bersidang di Istana Negara ditengah memuncaknya demonstrasi mahasiswa yang menuntut pembubaran PKI,pembersihan kabinet dari oknum-oknum PKI dan penurunan harga.Presiden soekarno meninggalkan ruang sidang setelah mendapat laporan bahwa istana dikepung oleh pasukan tak dikenal,kemudian berangkat ke istana Bogor.Tiga perwira tinggi TNI-AD yakni Mayjen TNI Basuki Rachmad, Brigjen TNI M. Yusuf, dan Brigjen TNI Amir Machmud menyusul ke Bogor setelah melapor kepada Men/Pangad-Letjen TNI Soeharto.Presiden memerintahkan kepada ketiga perwira tinggi bersama ketiga wakil perdana menteri untuk menyusun konsep surat perintah.Akhirnya lahir surat perintah 11 Maret 1966, yang berisikan pemberian wewenang kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu guna terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya revolusi.

Pelantikan Jenderal TNI Soeharto sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia (12 Maret 1967)

Pada tanggal 22 Februari 1967 Presiden Mendataris MPRS/Panglima Tertinggi ABRI dengan resmi menyerahkan kekuasaan sehari-hari kepada Jenderal TNI Soeharto.Sidang Istimewa MPRS Nomor : XXXIII/MPRS/1967,tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno dan mengangkat Jenderal TNI Soeharto Pengemban ketetapan MPRS No.IX/MPRS/1966 sebagai Pejabat Presiden.

selengkapnya dapat di download di bawah ini :
AksiTerorPKI.doc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

EDANE (kau pikir kaulah segalanya)

Edane – Kau Pikir Kaulah Segalanya

Seharusnya kau berada di sisiku
Mengusir sepi yang menyelimutiku
Di Sabtu malam janjimu
Tak sabar kumenunggu
Walau kesal hatiku
But it’s OK!

Kucoba memberikan toleransiku
Bikin resah, buyarkan konsentrasiku
Apakah engkau merasa
Aku bukan manusia
Yang tak luput dari rasa amarah

reff: Kuakui, kau memang manis
Tapi kau iblis
Kau pikir kaulah segalanya

Tuk dimaklumi
Dan juga Tuk ditakuti
Walau mempesona
Membutakan mata
Tapi bisa kubalas kau lebih gila (edan)

Waktu menunjukkan jam sepuluh malam
Suasana kurasakan begitu kelam
Firasatku mengatakan
Tak mungkin engkau datang
Tak seperti yang telah kau janjikan

Lirik lagu Edane – Kau Pikir Kaulah Segalanya ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Edane – Kau Pikir Kaulah Segalanya.